Blog ini saya buat karena kegemaran baru saya pada perawatan kulit yang bersifat natural... lho kok cowok perhatian banget dengan perawatan kulit...? Mungkin itu pertanyaan yang ada di benak pembaca, jawab saya : "Apa salahnya cowok perhatian sama perawatan kulit, kan cowok juga punya kulit.....hehehe.....ah sudahlah...."
Masuk Dunia Perkefiran
Pengetahuan tentang kefir saya dapat dari internet, namun ya hanya sekedar tahu sambil lalu.... Tapi yang namanya jodoh memang tidak akan lari kemana, akhirnya lewat perantaraan dan provokasi dari saudara "terpaksa" saya langsung terjun ke dunia perkefiran langsung ke ahli dan praktisi kefir sekaligus pemilik peternakan dan usaha susu kambing di Lumajang, Jawa Timur. Atas kesabaran dan keikhlasan guru kefir tersebut akhirnya saya sedikit banyak jadi memahami dunia perkefiran.
Kefir yang setahu saya awalnya hanya merupakan minuman kesehatan (prebiotik dan probiotik) ternyata bisa dimanfaatkan dalam hal yang lebih luas lagi, diantaranya bisa untuk perawatan kecantikan kulit baik berupa krim/masker kefir, toner/serum kefir, lulur kefir serta sabun kefir. Singkatnya, ternyata kefir sangat bermanfaat untuk kesehatan luar dan dalam ....
Saya pribadi lebih menyukai kefir apa adanya, yaitu dengan mengkonsumsinya secara rutin. Oleh karena itu saya terus membuat susu kefir tersebut sehingga otomatis harus selalu merawat grain-kefir dengan penuh kasih sayang. Dan saya lebih suka dengan kefir yang dibuat dari susu kambing karena menurut saya rasanya lebih gurih dan lebih creamy.
Mulai Suka Nyabun
Berawal dari sabun kefir, saya jadi penasaran ingin bisa membuat sabun sendiri, tentunya dengan bahan-bahan diusahakan se-natural mungkin dan tersedia di sekitar tempat tinggal saya. Akhirnya saya berguru di mbah Gugel alias googling internet, maklum hobinya masih suka yang gratis-gratis...hehehe....
Setelah klik sana klik sini dan sudah merasa sedikit ada ilmu untuk nyabun, mulailah saya memberanikan diri untuk nyabun sungguhan. Hasil dari nyabun pertama kali sungguh mengejutkan .....sabun membeku di adonannya...hahahaha....hiks....akhirnya penyabunan metode Cold-Process harus diakhiri dengan pemanasan agar sabun bisa dimasukkan cetakan. Semua itu karena kebodohan saya yang masih belum mempelajari ilmu penyabunan tapi sudah "sombong" bikin sabun yang level menengah ....hehehe...tidak apa, pengalaman adalah guru terbaik. Akhirnya saya belajar lagi di mbah Gugel biar makin pinter.
Sampai saya menulis artikel ini, sudah 3 kali nyabun dan bisa dibilang hasilnya jauh lebih baik dibanding yang pertama. Sabun yang saya buat sendiri itupun juga sudah saya coba sendiri bersama keluarga, dan efeknya.....wooow....memang sabun natural lebih nyaman di kulit, jadi il-fill deh dengan sabun ber-merk.
Karena hal itulah semangat saya untuk masuk dunia kefir dan sabun jadi semakin tinggi, saya ingin diri saya dan sekeluarga sehat fisik luar dan dalam.
Itulah sekelumit kisah saya yang sangat tidak penting bagi para pembaca, namun setidaknya bisa jadi bacaan dikala senggang .... :-)
Sampai saya menulis artikel ini, sudah 3 kali nyabun dan bisa dibilang hasilnya jauh lebih baik dibanding yang pertama. Sabun yang saya buat sendiri itupun juga sudah saya coba sendiri bersama keluarga, dan efeknya.....wooow....memang sabun natural lebih nyaman di kulit, jadi il-fill deh dengan sabun ber-merk.
Karena hal itulah semangat saya untuk masuk dunia kefir dan sabun jadi semakin tinggi, saya ingin diri saya dan sekeluarga sehat fisik luar dan dalam.
Itulah sekelumit kisah saya yang sangat tidak penting bagi para pembaca, namun setidaknya bisa jadi bacaan dikala senggang .... :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar